BCA, Terpikat Oleh Perbankan Syari'ah

Ekonomi Islam (Syari'ah) telah teruji dan terbukti kehandalanya. Ketika Sistem Ekonomi Kapitalis dibelit berbagai masalah, Ekonomi Islam tetap mampu berdiri tegak bahkan terus berkembang cukup signifikan.

Walau kita akui, Indonesia sebagai Negara Berpenduduk Muslim Terbesar di dunia perkembangan Ekonomi Syari'ah ini boleh dikatakan cukup  lambat. Coba tengok Negara Tetangga kita Malaysia, Disana Ekonomi Syari'ah telah berkembang pesat jauh meninggalkan Indonesia (termasuk pesat dalam bidang yang lain). Jadi malu nih hik.. hik..

Bahkan di Negara Barat seperti Inggris, Jerman, Perancis dan Amerika, Sistem Ekonomi Islam mulai banyak diminati dan/atau diadopsi. Ini bisa dimaklumi karena Islam adalah (sesuai dengan firman Allah SWT): "RAHMATAN LIL 'ALAMIN". Begitu juga dengan Sistem Ekonomi Islam bisa digunakan untuk semua umat bukan hanya untuk umat islam saja. Kenapa? karena prinsip-prinsip yang digunakan oleh Ekonomi Islam adalah prinsip dasar yang diajarkan Allah SWT. kepada Nabi Muhammad SAW. untuk umat manusia yang ada di muka bumi ini. Inilah salah satu bukti fleksibilitas Ajaran Islam.

Dengan demikian, maka tidak heran jika Bank sekelas BCA pun mulai tertarik dengan Perbankan Syari'ah.

BCA Syari'ah adalah hasil konversi dari Bank UIB dan telah mengantongi izin operasional sebagai bank syariah pada tanggal 2 Maret 2010 lalu. Sementara, konversi Bank UIB menjadi Bank Syariah telah selesai pada 3 Maret 2010, akhir pekan lalu, berdasarkan keputusan Gubernur Bank Indonesia No. 12/13/KEP.GBI/DpG/2010.

Keunggulan BCA Syari'ah selain mempunyai basis nasabah yang kuat dari induk perusahaannya, PT Bank BCA Tbk, juga didukung oleh fasilitas dari BCA, seperti ATM dan office channeling di kantor BCA seluruh Indonesia. Nasabah BCA Syariah dapat memanfaatkan seluruh jaringan cabang BCA untuk tarik tunai di seluruh ATM BCA serta mesin EDC (Electronic Data Capture) milik BCA, semua tanpa dikenakan biaya. Produk pendanaan BCA Syariah berupa Tahapan iB, Giro iB, dan Deposito iB. Sementara itu, produk pembiayaan BCA Syariah berupa pembiayaan modal kerja iB, pembiayaan investasi iB, pembiayaan KPR iB, dan pembiayaan KKB iB.

Mudah-mudahan dengan menjamurnya Bank Syari'ah ini bisa diimbangi dg kinerja yg profesional, jujur dan amanah sehingga akan lebih meningkatkan kepercayaan dan ketentraman para nasabahnya (baik Muslim maupun non-Muslim).  Dan semoga tidak hanya menggunakan label Syari'ah saja dengan maksud menarik simpati masyarakat Indonesia yang mayoritas Muslim, tapi juga bisa menerapkan Prinsip Syari'ah dalam semua aspek layanan dan pengelolaannya.

5 Komentar

indra mengatakan... Balas

Aslkm, blognya interaktif, thank's infonya

Ramdhan mengatakan... Balas

W-salam.. Terima kasih. Sm2

aisah mengatakan... Balas

sebenarnya bagus sih dengan dikonversinya bank UIB menjdi bank bca syariah, akan tetapi dalam prakteknya apakah benar2 syariah, mengingat basisnya bank BCA konvensional, dengan demikian kn masih satu payung,apakah akan terjaga kehalalanya, dana juga dr konvensional. "semoga tidak hanya ganti baju saja, dalamnya masih tetap sama konvensional"

Ramdhan mengatakan... Balas

@Aisah: Pendanaan Unit Usaha Syariah (UUS) dari bank konvensional itu tidak akan bercampur dengan induknya karena perbankan di Indonesia sudah menerapkan dual banking system. Dengan sistem itu, nasabah tidak perlu khawatir dananya bakal tercampur dengan bank konvensional. Terima kasih..

nisa khairu mengatakan... Balas

Bermanfaat..Trm ksh
salam kenal :D

Poskan Komentar