Menyikapi Anti Islam Secara Bijak

Pesan Berantai dari Beberapa Blog/Website/Group untuk Seluruh Umat Islam.

Penting! Cara menyikapi blog, situs dan group  Anti/Penghina/Penghujat Islam.

Ini adalah hal yang mengkhawatirkan...
Bukan saja karena maraknya blog, website dan group yang menghujat islam, tapi ini lebih kepada keluguan dan kekeliruan responsiv umat Islam dalam menghadapi kehadiran blog, website dan group pengecut bin sampah tersebut. Dan yang memprihatinkan sikap reaksioner yang berlebihan dari umat islam itu juga yang terjerumus dalam sikap radikalisme dengan saling mencaci mengeluarkan kata-kata kasar dan jorok menular dari dan ke umat muslim itu sendiri.

..cek this one brother and sister :

Mudah-mudahan bisa diambil manfaat & mencerahkan..

Assalaamu'alaikum Wr. Wb.

بسم الله الرحمن الرحيم

Berapa banyak website, blog atau forum yang dibuat khusus untuk menghina/menghujat Islam? Banyak... tak terhitung jumlahnya. Banyak juga "blog/website jebakan" yang namanya berbau Islam, tetapi isinya justru menyesatkan.

JANGAN PERNAH emosi atau penasaran TERPANCING untuk membuka Situs, Blog, atau Forum yang menghina/menghujat Islam. Kalau ada teman yang memberi kita link URL yang menghina Islam, jangan pernah dibuka, beritahu teman kita itu bahwa link URL tersebut adalah propaganda PUTAR BALIK.

Muslim yang gampang terpancing emosi adalah "mangsa empuk" bagi musuh Islam. Apalagi bagi teman-teman muslim terlena dalam perdebatan yang tiada berhujung; karena mereka para penghujat Islam itu BUKAN MENCARI KEBENARAN, melainkan hanya memprovokasi adu domba agama, DOKTRIN yang halus kearah pemurtadan serta misi anti Islam.

Kita tela'ah kembali dari semua hasil perdebatan itu; adakah diantara mereka rela masuk Islam atau sekedar mengakui sedikit saja kebenaran dalam Islam?. Sampai detik ini hasilnya tetap tidak ada. Adakah diantara mereka mau mengaku kekalahannya?. Sampai detik ini hasilnya tetap tidak ada. Adakah di antara mereka yang memenuhi panggilan debat secara terbuka?. Sampai saat ini hasilnya tetap tidak ada.

Bukan berarti tidak mengharap hidayah melalui adu debat, sebab hidayah hanya urusan Allah dan kita hanya dapat mendo'akannya; bukan memaksanya. Terkadang debat hanya menyisakan bertambahnya rasa benci serta kesombongan diri. Alasan dakwah? Dakwah adalah menyampaikan kebenaran dengan jalan yang 'benar' pula; dengan keindahan Islam yang sebenar-benarnya serta tidak diiringi hawa nafsu.

Bukan berarti debat tidak baik sama sekali, namun haruskah kita terus berdebat dengan orang-orang seperti mereka? ..asli - para pembual dan pengecut yang tidak tahu malu...

Bisnis internet, adalah bisnis "KLIK" tombol di ujung mouse pada komputer yang ada di rumah, warnet, kantor di seluruh penjuru dunia.

Sebuah website memperoleh keuntungan dari sponsor yang memasang iklan pada halaman-halamannya. Sponsor akan membayarnya sesuai dengan BANYAKNYA JUMLAH "KLIK" yang mengakses website itu, bukan terhitung dari jumlah orang, tapi adalah jumlah akses masuk. Jadi kalau 1 orang mengakses website itu 5 kali, maka akan terhitung lima, bukan satu.

Ironisnya, orang-orang yang paling banyak mengakses website propaganda ini adalah muslim yang terpancing emosi dengan memberikan banyak komentar membela Islam di dalamnya (bahkan dengan kata-kata kotor), tanpa mengetahui adanya maksud tersembunyi.

Bukan hanya itu, banyaknya jumlah akses akan menarik posisi link URL itu ke urutan-urutan awal pada searcher (yahoo search, google search, searchalot, dll). Semakin banyak yang mengakses website propaganda ini justru akan 'memperpanjang umur' website.

Berbeda dengan revolusi pemerintahan, atau unjuk rasa kepada seorang pengelola suatu perusahaan, sebuah website tidak akan bisa diturunkan atau dibunuh secara langsung. Cara yang paling umum dilakukan untuk membunuh satu website adalah "dengan tidak pernah mengaksesnya sama sekali". Website akan otomatis membeku, bangkrut dan mati sendiri apabila tidak ada yang mengakses.

Setiap muslim yang merasa bertanggung jawab untuk mengingatkan saudara-saudaranya dari ancaman pengaruh dari link URL menyesatkan, maka adalah lebih wajib lagi untuk bisa mempertanggung-jawabkannya.

Kalau kita berniat atau 'terpanggil' untuk menjadi aktivis dalam menghadapi siasat propaganda ini, kita harus bisa bersiasat untuk menyerang balik, minimal adalah memperkuat pertahanan muslim terlebih dahulu, tidak mudah terpancing, menyerukan kepada semua saudara muslim agar tidak bergabung atau keluar dari grup tersebut serta bersatu melaporkan keberadaan blog, situs atau grup laknat itu bersama-sama. Kuncinya tiada lain adalah kekompakan!.

Detik ini, ada sebagian saudara-saudara muslim kita yang berkecimpung khusus di dunia internet sedang sibuk dan hati-hati dalam menghadapi propaganda ini.

Ini adalah link URL dari beberapa saudara-saudara muslim yang mengusut masalah ini:

Tulisan di atas adalah tentang bagaimana menghadapi website, blog, forum. Bagaimana dengan "group-group dalam facebook" yang menghina/menghujat Islam?

Kita sekarang sedang berada di dalamnya. Apapun yang bisa kita lakukan di sini ada di bawah otoritas peraturan yang dibuat oleh Facebook Inc. Jangan lupa kalau Facebook Inc. ini adalah perusahaan milik pribadi, dengan kata lain Mark Zuckerberg (founder and CEO) bisa melakukan apapun yang dia mau di sini.

Kami mengetahui keberadaan group yang menghina Qur'an dengan najis (maaf, tidak menuliskan nama group) sejak beberapa bulan yang lalu. Sejak awal group itu masih beranggota puluhan orang, sudah ada ratusan muslim yang report atau melaporkan group itu. Tapi sampai dengan jumlah member 3000-an (tiga ribuan) account saat ini group itu masih tetap ada. Kalau memang Mark Zuckerberg cs. (Facebook Inc.) ada itikad toleransi untuk menghapus group itu, mereka sudah bisa melakukannya sejak jumlah membernya masih sedikit.

Ini permainan propaganda. Facebook tidak akan menghapus group itu hanya karena faktor emosional, itu sudah merupakan aturan main mereka. Semakin banyak yang meneriakkan group itu, maka group itu akan semakin populer, otomatis akan semakin banyak juga yang mengakses, = keuntungan facebook semakin besar.

Itu baru satu group, sedangkan group yang menghina/menghujat Islam di facebook berjumlah sampai dengan ratusan.

Facebook akan menghapus account, atau group, atau fan-page apabila pemerintah mereka (USA) yang memintanya, atau apabila sudah menjadi ancaman kepada mereka. Seperti pada kasus Del Piero-Neo Nazi, di mana seseorang mengaku Alessandro Del Piero mencantumkan website Neo Nazi di profile-nya, Del Piero menuntut balik ke facebook karena lemahnya security. Del Piero yang asli tidak pernah menggunakan facebook.

Solusi alternative ?
Ada memang; namun ini baru terbatas pada beberapa orang yang mempunyai kemampuan dalam 'computer hacking'. Mereka para 'hacker' muslim sedang berjuang untuk menutup grup-grup penghina/penghujat Islam dengan cara khas mereka sendiri, atau setidaknya mem-blokir paksa account-account yang menjadi pengurus grup tersebut. Hasilnya? Jangan putus asa! Kita beri dukungan kepada mereka dan do'akan agar perjuangannya berhasil. Amin. Karena bagi mereka sangatlah berharga dukungan itu, dan bagi kita insyaAllah tidak terlepas dari sumbangsih amal jihad fii sabiilillaah.

Kuncinya tiada lain adalah solidaritas muslim!
Mau melihat grup penghujat/penghina Islam itu kalah?
Bagaimana jika kita melihat jumlah membernya yang bergabung hanya dibawah angka 50 misalnya? Biarkan grup laknat itu berkoar-koar sendiri.. lama-lama menjadi sepi sunyi.. bahkan mati...

Facebook..., ambil saja apa yang bermanfaat buat kita dari facebook. Mudharatnya ada di mana-mana, begitu juga Hidayah ALLAH. Daripada kita cari mudharat-nya, lebih baik kita ambil manfaatnya, mana tahu beauty lies beneath (keindahan terletak dibaliknya).

Menepuk air di dulang terpercik muka sendiri.
Banyak muslim teriak-teriak "Provokator!!" sambil tidak menyadari kalau dia sudah menjadi provokator yang dibutuhkan musuhnya sendiri.

Itulah rentannya mencintai Islam dengan perasaan, emosi. Mencitai ALLAH سبحانه وتعالى dan Rasulullah صلى الله عليه وسلم adalah tidak cukup dengan perasaan, tapi juga dengan Ilmu dan Taqwa.

Apabila kita mendapat kabar sepintas yang terdengar "sensasional", lebih baik kita diam dulu, sampai kita benar-benar mengerti masalahnya dengan tenang. Bi Shobri wa ash-Sholah... dengan Sabar dan Sholat. Berpikirlah lebih jernih dan banyak menyebut nama Allah, agar terhindar dari balutan hawa nafsu syetan yang sangat halus.

Jadi, sekarang lupakan saja group - group penghina Islam itu dan sebarluaskan tulisan ini kesemua forum diskusi, facebook, website dan blog Anda..! Lawan dengan kejeniusan berpikir bukan dengan emosi semata! Bersatulah saudaraku semua!!! Jangan terlihat menyedihkan karena satu sama lainnya tidak saling membantu! Sebab mereka akan senang jika kita terpecah belah dan kalah!.

Selamat Menjadi Orang Cerdas!!!
Allahu Akbar!

(Pesan berantai Antar Saudara se-Muslim. Tolong sebarkan dan bagikan catatan ini)

Jazaakallahu Khairan Katsiran
Mohon maaf atas segala kekurangan

Wassalaamu'alaikum Wr.Wb.

NB:
Perlu digarisbawahi, bahwa setiap acara debat dan/atau dialog Antar Umat Beragama,  baik tingkat Lokal, Nasional dan Internasional, Umat Islam selalu bisa mematahkan argumen-argumen mereka dengan Cerdas, Cerdik, Lugas dan Ilmiah.  Bahkan pernah terjadi, seorang Pemuka Agama mereka dipermalukan di atas podium.

Mereka sebenarnya mengakui hal itu, hanya mereka pura-pura buta; Buta Mata, Hati dan Telinga. Mata, Hati dan Telinga mereka telah ditutup rapat-rapat untuk menyembunyikan kebenaran islam.

Maka janganlah heran bila mereka hanya berani berkoar-koar di belakang layar  saja sembari menyembunyikan identitasnya. Tapi, ketika ditantang untuk debat terbuka, mereka diam seribu bahasa dengan alasan yang tak masuk logika.

Firman Allah SWT.:

وَإِنَّ فَرِيقًا مِّنْهُمْ لَيَكْتُمُونَ الْحَقَّ وَهُمْ يَعْلَمُونَ
Dan sesungguhnya sebahagian di antara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui. (Q.S. al-Baqarah:146).

Perlu digarisbawahi, kata مِنْهُمْ (sebahagian di antara mereka) dalam ayat al-Qur'an diatas. Maksudnya berarti tidak semua dan memang kenyataannya ada sebagian kecil di antara mereka yang mengakui kebenaran Islam. Bahkan pernah terjadi, ada beberapa Tokoh  Agama mereka yang jatuh cinta dan memeluk Islam setelah proses Debat Antar Umat Beragama. Dan ada juga sebagian kecil di antara mereka yang meminta maaf setelah menghujat, menghina, mencaci maki dll. terhadap Islam.

Selain itu, tidak semua non-Muslim benci/anti Islam. Maka untuk yang ini kita tetap harus menghormati mereka (saling menghormati) kecuali masalah Aqidah (Keyakinan), tidak bisa dicampuradukan. Jika kita saling menghormati, insya Allah tidak akan ada keributan (perpecahan). 

Marilah kita mencontoh suri tauladan Rasulullah SAW., beliau selalu membalas cacian dan makian dengan senyuman. Walau untuk ukuran kita sebagai manusia biasa adalah bukan hal yang mudah.

(1) Diam Itu Emas;
(2) Diam Bukan Berarti Kalah;
(3) Ilmu Padi: Makin Tinggi Makin Merunduk (Berwibawa).

Kecuali kalau harga diri kita telah diinjak-injak. Namun tetap, hadapilah dengan hati dan fikiran yang dingin dan jernih..

Kita ambil dari segi positifnya saja. Insya Allah semua pasti ada hikmah dan balasannya. Amin.

Mohon maaf, tulisan ini tidak bermaksud untuk Menyinggung Golongan/Agama Tertentu, Memprovokasi, Menebar Kebencian dan/atau Memecah Belah Kerukunan Umat Beragama. Tapi sekedar informasi karena makin banyak orang-orang yang Anti/Benci Agama kami (Islam). Kami Cinta Damai dan kami Bukan Teroris.. ???.. ???.. ???..

Bagi non-Muslim yang tidak anti/benci Agama Islam, tidak perlu menghiraukan tulisan ini. Marilah kita saling instrosfeksi diri demi tercapainya kerukunan umat beragama.

Apa guna dan untungnya meributkan dan/atau mengolok-olokan agama lain?. Itu sama saja dengan menyiksa diri dengan mempermasalahkan sesuatu yang tak penting dan tak guna yang hanya membuang-buang waktu, fikiran dan tenaga saja. Ajaran Agama untuk dilaksanakan bukan untuk diributkan apalagi sampai diolok-olokan. Cukup laksanakan saja sesuai dengan agama dan/atau kepercayaannya masing-masing. Gitu aja kok privot.. Betul tidak? kata Aa Jimi. Betul.. Betul.. Betul.. kata Ipin & Upin. Tuh kan, Anak Kecil saja tau hik.. hik..

Debat/adu argumen antar umat beragama, itu sah-sah saja selama dilandasi dengan keilmuan yang mumpuni dan hati serta pikiran yang dingin dan jernih. Tidak dilandasi dengan hawa nafsu..

Blog/Forum yang mematahkan argumen/fitnahan mereka terhadap islam:

64 Komentar

fitrimelinda mengatakan... Balas

thx infonya ...

IPWAN mengatakan... Balas

Alhamdulillah artikelnya mencerahkan pikiran Kang.Bener tu kang mereka menghujat Islam bukan karna mencari kebenaran tapi mengharapkan perpecahan dan kehancuran.kalau saya sendiri she kalau ada link kyak gitu males liatnya,kayak blognya nurdin M top dulu, yang komentar banyak tapi banyak juga komentarnya pake bahasa kotor. gak ada manfaatnya malah dapet dosa. Jangan lawan orang itu dengan cara orang itu tapi lawan dengan cara yang di ajarkan nabi kita. Pasti mereka akan hancur seperti dulu. Apalagi keadaan sekarang semakin runyam coba setiap permasalahan kita selesaikan dengan kepala dingin tanyakan kepada ulama jangan terburu-buru. Ingant setan itu menggangu keturunan adam sampai hari kiamat gak pernah tidur, setan selalu mencari celah, celah manusia paling berbahaya adalah nafsu. kalau orang uda marah gak bisa dikendalikan nafsunya.akal, kelakuan dan perkataanyapun gak bisa di kontrol. jadi hati-hati jangan sampai kita terpancing nafsunya.

Gudang Ilmu mengatakan... Balas

waduh untung ane gak pernah nanggepin ama situs situs yang begituan deh gan
bukanya juga ngeri.....
btw ruhgi juga gan kalau kita masuk ke situs yang jahat itu....karena dengan banyak orang yang mengunjunginya ntar trafficnya naik lagi
jadi bener kata kang ramdhan nie gak usah di kunjungin

"om_rame" mengatakan... Balas

semoga dapet pertamax nih.
setuju sob, kaLau kita sampai terpancing dan akhirnya hanya menggunakan hati untuk menyikapinya tanpa di imbangi dengan rasionaLitas, maka yang terjadi adaLah kita tidak jauh berbeda dari mereke dan memungkinkan justru nanti kita yang terjerumus menjadi pribadi yang tidak Lebih baik dari mereka.
perLu di waspadai juga propaganda tersebut juga merupakan poLitik adu domba dari oknum musLim berhati nasrani untuk kepentingan tertentu.

Ghufron mengatakan... Balas

Bener kata orang tua saya mas...biarkan saja mereka berkoar, toh mereka itu sedang membohongi dirinya sendiri. Mereka bukan sedang mencari kebenaran, tetapi mereka sedang membongkar kebodohan dan kesalahannya.

gitu aja kok repot :D

RF4BI mengatakan... Balas

kalau sempat main ke blog aku sob ada award untukmu :)

RF4BI mengatakan... Balas

setuju ama pendapat ghufron...ummat nabi muhaamd adalah ummat yang diberi kesabaran dan kekuatan iman :)

ToPu mengatakan... Balas

Islam ntu tak dapat dihancurkan oleh kaum yahudi atau siapapun, tapi pada akhirnya islam itu akan dihancurkan oleh umat islam itu sendiri yang bermula dari tidak mau mendirikan sholat tepat pada waktunya pada saat adzan dikumandangkan, itukan tiang agama.....

H. Nizam mengatakan... Balas

Halo teman,
Senang sekali berkunjung lagi ke blog anda yang sarat informasi tentang perkembangan umat Muslim.

multibrand.blogspot.com

Ferdinand mengatakan... Balas

Ah aku sih masa bodo amat mau mereka pada bikin banyak website penghinaan juga sabodo teing hhe.......ga perlu emosi lah pokoknya......

Sukses slalu Sob...

Chenk mengatakan... Balas

nice blog...trima kasih

hilm4n mengatakan... Balas

hacker muslim y..

jd pingin tuh liat aksinya kelak..hhe...

etam grecek mengatakan... Balas

jangan terpancing oleh provokasi....
dan juga jihad jng di artikan macem''....

Mahadma mengatakan... Balas

lam kenal kembali kang ramadha...

sukses slalu ya

NURA mengatakan... Balas

salam sobat
iya benar sikap, jangan terpancing emosi.
agar tak salah menganggap.
trims kunjungannya ke SA.

Fahmi mengatakan... Balas

Terima kasih...ternyata tak hanya aku yang berpikir seperti ini.

http://muttakhidulfahmi.com/2010/05/perang-opini-untuk-sakralitas/

Saung Web mengatakan... Balas

Saya gak pernah koment dan gak pernah buka lagi web/blog2 seperti itu kang.. karena kalau itu kita lakukan .. ya kenekan deh.. pan kahoyongna kitu sanes .. ?? wilujeng tepang kang

shirley mengatakan... Balas

I like ur blog ^^

btw, kenapa ga pasang cbox biar bisa komunikasi lebih enak lg ^^

sekedar saran aja :)

Yafiz mengatakan... Balas

Se7. Hadapi semua cobaan dengan cerdas, kreatif, dan konstruktif. Itu lebih bijaksana ketimbang pada akhirnya menimbulkan mudharat.Thx pencerahannya.

informasi seputar PC mengatakan... Balas

jikalau saling menghargai antar umat beragama itu dapat terwujd,mungkin masalah-masalh seperti itu dapat dihindari.

berbagi wacana mengatakan... Balas

3 poin yang patut untuk dilakukan untuk menjalani keidupan

rizan mengatakan... Balas

berpikir kreatif bukan sekedar dengan emosi,walaupun kadang emosi juga diperlukan untuk memberi warna suatu pemikiran,tapi itupun harus dengan kontrol...
artikel yang menarik sobat...

hanumuslem mengatakan... Balas

ass silahkan kommentar ini http://hanu-muslem.blogspot.com/2010/06/destroy-israel-and-save-palestine.html kalau anda blogger sejati wass

Ikhsan Hafiyudin mengatakan... Balas

kang situsnya kalo gk pake www gk bisa di buka ya

Ikhsan Hafiyudin mengatakan... Balas

mana kang gk posting2 cara buat teks arab.

Salon Oyah mengatakan... Balas

Mampirr, dgn :)... maaf bru bls... sukses yaaa
Btw, sebenarnya, klo menurut aq... org bukan anti ajaran agama Islam-nya, tapi anti terorisme yg bersembunyi di balik agama Islam... Nah, ini yg perlu jga qta kaji lbh jelas... yg mana, kdg2 org Non-Muslim salah menafsirkan se-olah2 agama Islam adalah penyebab munculnya terorisme...

hanumuslem mengatakan... Balas

thanks commentnya...

Ramdhan mengatakan... Balas

@ALL: Terima kasih atas komentar Anda semua. Mudah-mudahan menjadi wawasan dan pencerahan untuk kita semua dalam menghadapi semua cobaan hidup yg penuh lika-liku, tantangan dan rintangan..

Ramdhan mengatakan... Balas

@Hilman: Yup.. kita do'akan dan dukung perjuangan mereka. Alhamdulillah dah lumayan banyak situs yg berhasil dihack oleh para hacker muslim. Salah satunya bisa dilihat dalam Facebook saya (kiriman foto dari teman FB)..

RAMDHAN mengatakan... Balas

@RF4BI: Terima kasih atas Award-nya. Mudah-mudahan bisa lebih merekatkan tali silaturahmi/persaudaraan di antara kita semua. Saya simpan dulu ya Awardnya untuk bahan postingan berikutnya..

RAMDHAN mengatakan... Balas

@Shirley: Terima kasih atas sarannya. Dulu blog ini pernah dipasang cbox tapi dicopot kembali krn makin lama blog ini makin berat loadingnya. Akhirnya saya memutuskan utk mencopot cbox dan aksesoris lainnya. Walau sekarang blog ini masih agak berat loadingnya terutama saat diakses dlm jaringan internet yg kurang bertenaga, tapi lumayan lah tidak seberat dulu..

RAMDHAN mengatakan... Balas

@Hanun: Terima kasih link nya, dah saya kunjungi dan komentari. Mudah2an jadi bahan instrosfeksi untuk kita semua. Amin..

RAMDHAN mengatakan... Balas

@Ikhsan: Untuk postingan tentang Teks Arab, nanti ya dalam postingan berikutnya.

Bener gan, blog ini gak bisa diakses tanpa "www". Dulu pernah diotak-atik dan berhasil diakses tanpa "www" tapi itu hanya berjalan di sebagian Browser saja sedangkan bila dibuka dlm browser lain, eh malah tidak bisa diakses sama sekali, baik pake "www" maupun tanpa "www". Akhirnya, dikembalikan lagi dah seperti semula..

RAMDHAN mengatakan... Balas

@Oyah: Terima kasih.. Saya setuju dgn pendapat m'ba bahwa tidak sedikit teroris yg berkedok/bersembunyi di balik agama Islam dgn tujuan utk mencoreng dan menghancur leburkan Islam. Seperti pepatah "Maling Teriak Maling" atau "Jeruk Makan Jeruk".

Betul m'ba. kdg2 non-muslim salah menafsirkan se-olah2 agama Islam adalah penyebab munculnya terorisme (tidak melihat sebab-akibat).. Dan jg krn mereka menilai islam secara sempit hanya melihat dr prilaku bbr muslim saja. Padahal sudah jelas penganut agama lain pun ada yg baik dan ada juga yg jeleknya. Tapi sifat jelek penganut agama tsb jelas bukan ajaran dr agama itu sendiri. Yaa. namanya juga manusia punya sifat alfa dan khilaf.

Dengan kata lain, antara Agama dan Pemeluk Agama jelas berbeda. Tapi saya tidak tau, apakah mereka itu tidak bisa membedakan antara Agama dgn Pemeluknya, atau memang mereka pura2 tidak tau. Perlu dikaji lebih dalam..

tfd mengatakan... Balas

saya share ke fb ya kang..ini banyak teman-teman saya yang tidak tahu dan meratap-ratap di dinding fb...

RAMDHAN mengatakan... Balas

@tfd: Silahkan.. terima kasih

Hamba Allah mengatakan... Balas

Assalamu'alaikum WR. WB.

Ma ksih bnyak tas artikel kang ramdhan bgtu brmnfaat & brguna, stlah mmbca artikel secara pribdi pkran sya trbuka trnyta meladeni grup d facebook yg brisi ttg hinaan ato cacian tdk ada mnfaatnya sama skli mlah rugi.... hati menjadi emosi dan tidak karuan. Bner jg kang smua dblik tuh hnyalah unsur bisnis smta, tapi Nauuzibillahmindzalik kenapa Muslim yg msti djdikan sa2ran trus-mnrus. Marilah kita sbgai umat muslim mkin brstu & kompak dr hal2 laknat dr grup facebook ato lainnya... 1x lgi ma ksih bnyk kang ramdhan. Allahu Akbar.... Allahu AKbar.... Allahu Akbar....

Walaikumsalam Wr. Wb.

oh iya blognya aq follow d tggu postingan akang brkutnya dan lupa brknjung k blogku Kang!!

rizan mengatakan... Balas

selamat siang...
berkunjung dengan blog baru sobat :)

Sriayu mengatakan... Balas

Subhanallah..! Bagus banget artikelnya. Ya..jgn gampang terprofokasi... ap lg balas mencaci 'n memaki. jd g' ad bedanya kita dgn 'mereka'.
Wise posting friend.

Keep intouch

RAMDHAN mengatakan... Balas

@Topu: Saya setuju dgn Anda bahwa Islam itu bisa rusak/hancur oleh umat Islam sendiri yang bermula dari tidak mau mendirikan sholat sbg tiang Agama yg dilanjutkan dgn meninggalkan ajaran Agama lainnya.

Sebagai contoh, sejarah telah mencatat bahwa generasi awal Islam meraih kejayaan, kemenangan dan kebesaran di muka bumi ini hingga bisa menguasai dunia berabad-abad lamanya krn dilandasi al-Qur'an dan al-Hadits. Kemudian generasi berikutnya hancur lebur krn mereka telah menuinggalkan ajaran agama hingga sekarang.

Musuh-musuh Islam tau rahasia ini, sehingga mereka menyerang dari sisi ini, yakni: agar umat islam meninggalkan/jauh dari ajaran agamanya. Dan kondisi inilah yg terjadi saat ini..

RAMDHAN mengatakan... Balas

@ALL: Terima kasih atas komentar Anda semua. Mudah-mudahan menjadi wawasan dan pencerahan untuk kita semua dalam menghadapi semua cobaan hidup yg penuh lika-liku, tantangan dan rintangan..

RAMDHAN mengatakan... Balas

@Hamba: Umat Islam selalu menjadi sasaran mereka, itu disebabkan karena mereka takut bahwa Islam akan bangkit kembali sebagaimana yg telah diraih oleh Umat Islam terdahulu yg pernah menguasai dunia berabad-abad lamanya..

Anonim mengatakan... Balas

Assalaamu'alaikum Kang Ramadhan

Salam kenal dan terima kasih sudah mampir ke blog saya. Maaf, kalau baru sempat membalas kunjungannya. Mudahan terjalin ukhuwwah dalam kongsian ilmunya nanti. Salam mesra dari saya.

Siti Fatimah Ahmad
Sarawak, Malaysia

RAMDHAN mengatakan... Balas

@Anonymuos: W-salam.. sama-sama, salam kenal juga. Tapi maaf, blog yg mana ya?

Anonim mengatakan... Balas

Alhamdulillah....selama ini saya walaupun jarang ngasih coment di situs jahat itu tapi sering memantaunya...rupanya ini kekeliruan yang besar...syukron telah mengingatkan...Jazakallahu khairon...

RAMDHAN mengatakan... Balas

@Hamba: Terima kasih.. mudah-mudahan jadi bahan renungan untuk kita semua. Amin..

Blog Anda dah dikunjung dan dikomentari balik. Nice blog. Kebetulan saya suka banget dgn informasi tentang Sains dan Teknologi. Happy Blogging..

RAMDHAN mengatakan... Balas

@Anonymous: Afwan.. Saya juga sekarang ini jarang ngasih coment di situs jahat itu tapi sekedar memantau saja. Atau sekedar ngasih saran terhadap saudara kita yg makin banyak yg terjerumus disana... Atau terkadang juga hanya sekedar mentautkan link yg layak dibaca utk bahan introsfeksi, bertafakkur atau sekedar utk menambah wawasan..

Anonim mengatakan... Balas

mas izin share artikelnya ya..
ini baik untuk diketahui banyak umat muslim lainnya
terimakasih :)

RAMDHAN mengatakan... Balas

@Anonymous: Silahkah.. Terima kasih.

ilham mengatakan... Balas

nice articles....
sukses buatttttttttt kang ramdhan

mamad mengatakan... Balas

and the fact is.. Ahhmed Deedat tastes the hell before death... ;)

search in youtube!

Chandra mengatakan... Balas

Saya sangat setuju dgn pemikiran anda.

Kita tiru sifat Rasulullah SAW.

Diam Itu Emas,
Diam Bukan Berarti Kalah,
Makin Tinggi Makin Merunduk (Berwibawa).

Kecuali kalau harga diri kita telah diinjak-injak. Namun tetap, hadapilah dengan hati dan fikiran yang dingin dan jernih..

Intinya yaitu jgn mudah terpancing emosi.

syafwan mengatakan... Balas

Saya sepakat sekali dengan yang ini. maaf baru bisa berkunjung. salam kenal

Anonim mengatakan... Balas

Terus ditambah article yang bermanfa'at ni,karena manusia skarang lebih minat diem di depan comp dripada di madrosah.....karena ILMU bisa di dapat dimana saja.....semoga berbuah kebajikan yg tiada henti.....Ammiiin......

Bryan Buchory mengatakan... Balas

allhamdullilah.......
ijin share ya......

ihsan mengatakan... Balas

assamualaikum??mohon ijin tuk share?

ulfa mengatakan... Balas

Bagus banget kang artikelnya. Islam adalah "Rahmatan Lil "Alamin". Smoga ukhuwah islamiyah dikalangan umat islam tetap kuat...amin.
Karena itu semua ujian bagi umat islam terhadap tingkat ketakwaannya

Anonim mengatakan... Balas

alhamdulillah ALLAH S.W.T telah menciptakan org2 yg berwawasan luas sprti anda..mudah2n tmn2 yg lainnya ketularan jg termasuk saya :)amin..

Agus Salim mengatakan... Balas

Semoga kita bisa bisa berbagi informasi untuk umat.Wassalam

in-in mengatakan... Balas

benarrr banarrrr
jangan dengan emosi

ulfa mengatakan... Balas

Bener kang, bermanfaat banget artikelnya,,,,,,,,,,,

RAMDHAN mengatakan... Balas

@Bryan, Ihsan: Silahkah.. Terima kasih.
@ALL: Terima kasih atas kunjungan dan komentar Anda semua..

INSICO mengatakan... Balas

wah keren neh... memang didunia ini ada yang suka dan ada yang sebaliknya. tapi tergantung bagaimanaya dalam menyikapinya

Ust. Ahmad Zainuddin, HMA mengatakan... Balas

Assalamu 'alaikum!

Benar kang Ramadhan,memang di dalam salah satu cara yang paling mujarab untuk menaikkan rank website adalah dengan membuat artikel yang kontraversi alias nyeleneh. Ane setuju dengan ente, para penghujat Islam tersebut membuat artikel yang demikian sebenarnya hanyalah trik mereka untuk menaikkan pagerank-nya.

Dalam menyikapi website yang seperti itu, cara yang paling tepat memang membiarkannya saja. Dengan pertimbangannya:

1. Tidak ada manfaatnya sama sekali berdebat dengan mereka yang kafir kepada Islam, sebagaimana firman Allah SWT, "Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman. Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka[20], dan penglihatan mereka ditutup. dan bagi mereka siksa yang Amat berat. (QS. Al Baqarah: 6-7)

2. Daripada memperhatikan situs-situs yang menghujat Islam, lebih baik Ummat Islam saling Ishlah dan bersilaturahim dengan sesamanya saja,dan memperbanyak amal shalih, baik dalam urusan dunia maupun urusan agama. Ini yang lebih bermanfaat, sebagaimana firman Allah: "Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran." (QS. Al Ashr: 3-4)

3. Tidak ada gunanya membalas hujatan mereka yang menghujat Islam, malah hanya akan membuat mereka senang dan memberi peluang agi kepada mereka untuk menghujat Islam. Dalam suatu riwayat, Syaikh 'Abdul Qadir Jailani, menghadapi kaum yang mmemusuhinya, semakin beliau bersikap keras, maka semakin menjadi-jadi kejahatan mereka, sehingga akhirnya beliau mendiamkan saja perbuatan mereka. Apa yang terjadi kemudian, adalah mereka berhenti dari kejahatannya. Jadi teori "Anjing menggonggong kafilah berlalu" itu adalah jurus manjur untuk menghancurkan musuh yang hasud, pengecut dan hanya pandai bersembunyi. Lain halnya kalau mereka secara terang-terangan (berhadapan langsung) dengan kita dan menghujat Islam, maka barulah boleh kita bertindak keras terhadap mereka.

Semoga Allah memenangkan kita dari segala usaha-usaha musuh Islam, juga memenangkan hati kita dari hawa nafsu yang buruk di diri kita sendiri. Amin

Poskan Komentar