7 Tanda Teman/Sahabat/Rekan Kerja yang 'Menusuk dari Belakang'

Percaya atau tidak, mencari teman apalagi sahabat dan/atau mencari rekan kerja sama sulitnya dengan mencari pasangan hidup. Tidak semua orang bisa menjadi teman/sahabat/rekan kerja yang benar-benar peduli atau tidak memasang wajah palsu di hadapan Anda. Karena terkadang watak/sifat/karakter manusia itu sukar ditebak dan diprediksi.

Bahkan terkadang, teman/sahabat/rekan kerja yang berada di dekat Anda bisa menjadi musuh dalam selimut yang bisa menikam Anda suatu saat.

Berikut ini adalah tujuh tanda teman/sahabat/rekan kerja yang bisa menusuk Anda dari belakang:

1. Bohong/Dusta

Seorang teman/sahabat/rekan kerja palsu akan selalu berbohong/berdusta dan mencoba mengelabui Anda dengan kata-kata yang manis. Dia melakukannya hanya untuk membuat Anda terkesan dan merasa simpati kepadanya. Dia tak akan pernah berkata jujur pada Anda, karena dia sebetulnya merasa bahwa Anda bukan temannya. Didepan berlaga manis, dibelakang menikam.

2. Ingkar Janji

Teman/sahabat/rekan kerja palsu ketika membuat suatu perjanjian atau kesepakatan, terkadang atau selalu tidak mengikuti janji yang telah disepakati (ingkar janji) dan tidak melaksanakan janji tersebut dengan penuh tanggungjawab.

3. Berkhianat

Khianat mungkin yang paling berat kelasnya dibandingkan dengan sifat tukang bohong dan tukang ingkar janji. Teman/sahabat/rekan kerja palsu, terkadang mengatakan sesuatu yang tidak benar kepada orang lain tentang diri Anda.

Ketiga point diatas, disebut juga sebagai tanda-tanda orang munafik sebagaimana Sabda Rasulullah SAW:

"Tanda-tanda orang munafik itu ada tiga; jika berbicara ia berbohong, jika berjanji ia ingkar, dan jika dipercaya ia berkhianat". (HR. Bukhari)..

Nasihat Imam Syafi’i:
"Tidak baik bersahabat dengan pengkhianat karena dia akan mencampakkan cinta setelah dicintai. Dia akan memungkiri jalinan cinta yang telah terbentuk dan akan menampakkan hal-hal yang menjadi rahasiamu".

4. Iri

Dia akan merasa iri jika Anda mendapatkan sesuatu yang belum bisa didapatkannya, sehingga seringkali dia menjelek-jelekkan Anda dan berusaha mencari-cari kekurangan Anda. Karena teman sejati yg baik biasanya justru akan selalu mendukung dan memotivasi Anda, akan bersyukur serta merasa bangga jika temannya berhasil dan sukses.

5. Menunjukkan Kesalahan Anda

Seorang teman/sahabat/rekan kerja palsu akan selalu mencoba untuk mencari-cari kesalahan Anda dan membuktikan bahwa dirinya lah yang paling benar. Dia hanya ingin membuat Anda merasa bersalah dan terpuruk.

6. Ego yang Besar

Seorang teman/sahabat/rekan kerja palsu akan selalu mencoba untuk menunjukkan bahwa dia memiliki ego yang lebih besar. Dia bahkan sangat jarang bersikap rendah hati kepada Anda, karena dia tak ingin kalah saing dengan Anda.

7. Tidak Ada Saat Dibutuhkan

Bila Anda membutuhkan bantuannya, dia selalu mengelak atau bahkan menghilang begitu saja. Tidak seperti ketika dia sedang butuh bantuan Anda akan selalu ada dan dekat dengan Anda bahkan memuji-muji Anda. Ini pertanda bahwa dia sebetulnya bukan benar-benar teman/sahabat/rekan kerja Anda.

Nasihat Imam Syafi’i:
"Teman yang tidak berguna saat petaka melanda, ia hampir sama dengan musuh".

"Carilah sahabat yang setia dalam duka, bukan dalam suka, karena hidupmu senantiasa berputar-putar antara suka dan duka. Semoga kamu tidak menemukan sahabat di kala suka karena dikala kamu senang sudah biasa banyak orang yang akan mendekat padamu, namun bila giliran kamu susah mereka pun bertepuk tangan".

Jadi, jangan pernah berharap lebih pada teman/sahabat/rekan kerja semacam itu.

Tujuh tanda yang telah disebutkan diatas bukan hanya berlaku pada teman/sahabat/rekan kerja Anda saja, tapi juga berlaku terhadap siapa saja bahkan orang-orang yang dekat di sekitar Anda.

Sebenarnya, kita akan sulit sekali untuk bisa menghindar dari orang-orang seperti itu, yang dapat kita lakukan adalah bersikap lebih hati-hati dan waspada terhadap orang-orang seperti itu, karena terkadang karakter/sifat/watak manusia itu sukar ditebak dan diprediksi.

Pedih memang.. bahkan sangat pedih sekali ketika dikhianati apalagi kalau dikhianati oleh orang terdekat kita sendiri. Maka, bersyukurlah bagi yang memiliki Teman/Sahabat/Rekan Kerja/Keluarga yang soleh, berhati mulia, beriman dan bertaqwa, jagalah itu semua karena itu semua merupakan anugerah Allah yang tak terhingga. Karena orang-orang beriman itu pasti akan selalu menjaga dan tidak akan saling menjatuhkan dan memojokan, sebagaimana sabda Rasulullah SAW.:

"Perumpamaan orang muslim dalam cinta mencintai, kasih mengasihi dan sayang menyayangi adalah laksana satu tubuh. Jika salah satu tubuhnya sakit, maka seluruh tubuhnya akan merasakan sakit pula". (H.R. Muttafakun 'Alaih).

Nasihat Imam Syafi’i:
"Berharaplah engkau mendapatkan sahabat sejati yang tak luntur baik dalam keadaan suka ataupun duka. Jika itu engkau dapatkan, berjanjilah dalam hatimu untuk selalu setia padanya dan cintailah sahabatmu itu dengan segenap jiwa ragamu, seakan-akan kamu mencintai sanak saudaramu. Sahabat yang baik adalah yang sering sejalan denganmu dan yang menjaga nama baikmu ketika kamu hidup ataupun setelah kamu mati".

Tapi, selain menjaga diri, waspada dan hati-hati terhadap orang-orang seperti itu, alangkah baiknya apabila kitapun untuk bisa instrosfeksi diri, apakah diri kita juga sudah termasuk teman/sahabat/rekan kerja yang baik, bisa menjaga, bisa dipercaya dan bertanggungjawab???..

Wallahu'alam..

Baca Juga:
>> Jangan Bersedih Bila Kebaikan Kita Dibalas Dengan Keburukan
>> Sahabat Sejati, Adakah?
>> Hati-hati Terhadap Doa Orang yang Tersakiti/Terzalimi/Teraniaya

0 Response to "7 Tanda Teman/Sahabat/Rekan Kerja yang 'Menusuk dari Belakang'"

Post a Comment