11 Tanda Teman/Sahabat/Rekan Kerja yang 'Menusuk dari Belakang'

Percaya atau tidak, mencari teman apalagi sahabat dan/atau mencari rekan kerja sama sulitnya dengan mencari pasangan hidup. Tidak semua orang bisa menjadi teman/sahabat/rekan kerja yang benar-benar peduli dan tulus atau tidak memasang wajah palsu di hadapan kita. Karena terkadang watak/sifat/karakter manusia itu sukar ditebak dan diprediksi.

Bahkan terkadang, teman/sahabat/rekan kerja yang berada di dekat kita pun bisa menjadi musuh dalam selimut yang bisa menikam kita suatu saat. Atau istilah lain 'serigala berbulu domba', melakukan segala cara untuk mendapatkan apa yang diinginkannya dengan cara halus.

Orang semacam itu mungkin terlihat sangat tulus dan baik hati, namun semua itu hanyalah pengalihan untuk membawa orang lain jatuh dalam jebakan dan perangkapnya, sebelum menunjukkan jati dirinya sendiri yang asli alias bermuka dua.

Itulah sebabnya kita perlu memilih-milih teman/sahabat/rekan kerja. Bukan berarti sombong atau pemilih, dan bukan bermaksud untuk berburuk sangka terhadap orang lain, karena tidak semua teman/sahabat/rekan kerja kita seperti itu, ada pula di antara mereka yang benar-benar tulus, peduli dan baik hati. Hal ini semata-mata lebih untuk mekanisme pertahanan diri dan sebagai tindakan preventif (sedia payung sebelum hujan).

Secara umum kita boleh bergaul dengan siapa saja, tidak pandang bulu dan tidak pilih-pilih dalam pergaulan. Tapi, secara khusus dalam hal tertentu terutama dalam hal persahabatan/teman dekat atau dalam hal pekerjaan/bisnis, dalam berorganisasi dan sejenisnya, tentu saja kita perlu memilih orang khusus dengan tepat yang bisa kita percayai untuk kebaikan kita dan kebaikan bersama untuk semua pihak di kemudian hari.

Sebenarnya, kita akan sulit sekali untuk bisa menghindar dari orang-orang seperti itu, yang dapat kita lakukan adalah bersikap lebih hati-hati dan waspada, karena terkadang karakter/sifat/watak manusia itu sukar ditebak dan diprediksi.

Sebelum kita terlalu terbuka dan percaya kepada seseorang, kenali dulu tanda-tandanya, apakah dia itu termasuk teman/sahabat/rekan kerja yang baik dan bisa dipercaya atau tidak.

Berikut ini 11 (sebelas) tanda teman/sahabat/rekan kerja yang menusuk dari belakang, agar kita bisa lebih berhati-hati dan waspada, tidak jatuh ke dalam perangkap dan jebakannya. Namun, ke-11 tanda-tanda yang akan diuraikan dibawah ini, bukan hanya berlaku pada teman/sahabat/rekan kerja kita saja, tapi juga berlaku terhadap siapa saja bahkan orang-orang yang dekat di sekitar kita:

1. Bohong/Dusta

Seorang teman/sahabat/rekan kerja palsu akan selalu berbohong/berdusta dan mencoba mengelabui kita dengan kata-kata yang manis. Dia tak akan pernah berkata jujur pada kita, dia melakukannya hanya untuk membuat kita terkesan dan merasa simpati kepadanya.

2. Ingkar Janji

Teman/sahabat/rekan kerja palsu ketika membuat suatu perjanjian atau kesepakatan, terkadang atau selalu tidak mengikuti janji yang telah disepakati (ingkar janji) dan tidak melaksanakan janji tersebut dengan penuh tanggungjawab.

3. Berkhianat

Khianat mungkin yang paling berat kelasnya dibandingkan dengan sifat tukang bohong dan tukang ingkar janji. Teman/sahabat/rekan kerja palsu, terkadang mengatakan sesuatu yang tidak benar kepada orang lain tentang diri kita, seperti kata pepatah 'didepan berlaga manis, dibelakang menikam' alias bermuka dua, pandai bersandiwara dan bersilat lidah. Dia akan bersikap/berbicara baik dan manis di depan kita saja, tapi di belakang menjelek-jelekan kita dan berusaha mencari-cari kekurangan dan kesalahan kita.

Ketiga point diatas, disebut juga sebagai tanda-tanda orang munafik sebagaimana Sabda Rasulullah SAW:

"Tanda-tanda orang munafik itu ada tiga; jika berbicara ia berbohong, jika berjanji ia ingkar, dan jika dipercaya ia berkhianat". (HR. Bukhari)..

Imam Syafi’i r.a. berkata:

"Tidak baik bersahabat dengan pengkhianat karena dia akan mencampakkan cinta setelah dicintai. Dia akan memungkiri jalinan cinta yang telah terbentuk dan akan menampakkan hal-hal yang menjadi rahasiamu".

Pedih memang.. bahkan sangat pedih sekali ketika dikhianati apalagi kalau dikhianati oleh teman, sahabat, orang terdekat, orang kepercayaan, orang yang dicintai atau disayangi, orang yang pernah ditolong/dibantu dan lain sebagainya, seperti kata pepatah 'kacang lupa kulitnya', memang rasanya jauh lebih menyakitkan daripada dilukai oleh musuh.

Cara terbaik untuk membalas dendam kepada orang yang telah mengkhianati Anda, adalah mengikhlaskan dia pergi jauh dari kehidupan Anda. Karena, jika dia orang yang baik, dia tak akan mengkhianati Anda. Tak perlu bersedih dan memburukkan kehidupan Anda sendiri karena menyesali perginya orang yang tidak baik. Pengkhianatan adalah cara yang tidak enak rasanya untuk menyelamatkan Anda (Mario Teguh).

Kalau dia kembali dan meminta maaf, maka maafkanlah dia, karena pemaaf itu adalah sifat yang terpuji dan mulia. Tapi kita pun harus tetap waspada dan hati-hati karena tidak menutup kemungkinan suatu saat nanti dia akan mengkhianati kita kembali, karena kita pun tidak tau pasti apakah dia meminta maaf itu dengan tulus atau tidak, apakah dia meminta maaf itu dengan ikhlas atau hanya pura-pura saja.. wallahu'alam..

Sabda Rasulullah SAW:

“Barangsiapa yang ingin dibangunkan baginya bangunan di Surga, hendaknya ia memaafkan orang yang menzaliminya, memberi orang yang bakhil padanya dan menyambung silaturahmi kepada orang yang memutuskannya” (HR. Thabrani).

Kebanyakan orang yang pernah berkhianat kemungkinan dia akan berkhianat kembali itu sangat besar. Namun sepandai apapun dia berkhianat atau sebanyak apapun dia mendapatkan apa yang didapatkannya dari pengkhianatannya itu, selamanya dia tidak akan bahagia, satu-satunya hal yang akan didapatkanya adalah kesengsaraan lahir-batinnya. Dia tak akan pernah bisa hidup tentram dan bahagia meski sangat lihai berpura-pura bahagia. Walau dia terlihat bahagia, percayalah itu hanya sesaat saja tidak akan bertahan lama. Tuhan maha adil, semua pasti ada balasannya (NurJannah/duapah[.]com).

Firman Allah SWT:

“Barangsiapa yang datang dengan (membawa) kebaikan, maka baginya (pahala) yang lebih baik daripada kebaikannya itu; dan barangsiapa yang datang dengan (membawa) kejahatan, maka tidaklah diberi pembalasan kepada orang-orang yang telah mengerjakan kejahatan itu, melainkan (seimbang) dengan apa yang dahulu mereka kerjakan.” (QS. Al-Qashash: 84).

4. Tidak Ada Saat Dibutuhkan

Bila kita membutuhkan bantuannya, dia selalu mengelak atau bahkan menghilang begitu saja. Tidak seperti ketika dia sedang butuh bantuan kita akan selalu ada dan dekat dengan kita bahkan memuji-muji kita. Ini pertanda bahwa dia sebetulnya bukan benar-benar teman/sahabat/rekan kerja kita yang baik dan tulus.

Imam Syafi’i r.a. berkata:

"Teman yang tidak berguna saat petaka melanda, ia hampir sama dengan musuh".

"Carilah sahabat yang setia dalam duka, bukan dalam suka, karena hidupmu senantiasa berputar-putar antara suka dan duka. Semoga kamu tidak menemukan sahabat di kala suka karena dikala kamu senang sudah biasa banyak orang yang akan mendekat padamu, namun bila giliran kamu susah mereka pun bertepuk tangan".

"Berharaplah engkau mendapatkan sahabat sejati yang tak luntur baik dalam keadaan suka ataupun duka. Jika itu engkau dapatkan, berjanjilah dalam hatimu untuk selalu setia padanya dan cintailah sahabatmu itu dengan segenap jiwa ragamu, seakan-akan kamu mencintai sanak saudaramu. Sahabat yang baik adalah yang sering sejalan denganmu dan yang menjaga nama baikmu ketika kamu hidup ataupun setelah kamu mati".

5. Tidak Bertanggung Jawab akan Kesalahannya Sendiri dan Menyalahkan Orang Lain.

Dia sebenarnya mengerti apa artinya bertanggung jawab. Namun dia tidak merasa ada yang salah dengan “tidak bertanggung jawab”. Sehingga baginya, menyalahkan orang lain bukanlah hal yang salah.

6. Tidak Tahu Batasan, Aturan, Etika dan Tatakrama

Dia akan terus mengejar apa yang dia inginkan tanpa peduli apakah orang lain akan tersakiti atau terluka, tidak peduli apakah melanggar batasan, aturan, etika atau tatakrama. Bagi orang semacam itu, soal fisik, emosional, psikis, bahkan spiritualitas bukanlah hal yang penting. Bagi dia yang penting adalah kepentingan dirinya sendiri tanpa memperdulikan yang lain.

7. Menggosipkan Kejelekan Orang Lain

Jika kita ingin mengetahui dengan cepat si serigala berbulu domba ini, cobalah perhatikan bagaimana dia membicarakan orang lain di depan kita. Jika dia sering menggosip dan membicarakan kejelekan orang lain di hadapan kita, maka dia juga akan membicarakan hal yang sama tentang kita pada orang lain.

8. Menunjukkan Kelemahan, Kekurangan dan Kesalahan Kita

Seorang teman/sahabat/rekan kerja palsu akan selalu mencoba untuk mencari-cari kelemahan, kekurangan dan kesalahan kita dan menunjukkan bahwa dirinya lah yang paling benar dan sempurna. Dia hanya ingin membuat kita merasa bersalah, terpuruk dan terlihat jelek di mata orang lain. Padahal, tidak ada manusia yang sempurna, setiap orang punya kelebihan dan kekurangan masing-masing,  saling memerlukan dan membutuhkan, saling menutupi dan melengkapi satu sama lainnya.

9. Egois, Memiliki Ego yang Besar dan Tinggi

Seorang teman/sahabat/rekan kerja palsu akan selalu mencoba untuk menunjukkan bahwa dia memiliki ego yang lebih besar dan tinggi, merasa dirinya lah yang paling benar dan merasa paling dibutuhkan, padahal dalam kehidupan sosial semuanya juga saling  memerlukan dan membutuhkan, karena manusia itu adalah makhluk sosial, saling melengkapi satu sama lainnya dengan segala kekurangan dan kelebihannya masing-masing.

Dia bahkan sangat jarang bersikap rendah hati kepada kita. Dia cenderung tidak mau disalahkan, karena baginya yang salah adalah orang lain. Baginya, dalam sebuah hubungan, baik itu dengan teman, sahabat, maupun rekan kerja, semua harus menguntungkan dirinya. Apa yang diperlukan orang lain, ia tidak mau mengurusnya dan tidak peduli.

10. Manipulatif dan Oportunis

Dia adalah tipe orang yang pandai bersandiwara dan bersilat lidah. Bahkan dia tidak bisa bahagia untuk kita ketika kita berhasil. Tetapi, tampaknya terlihat gembira ketika kita sedang dirundung masalah.

Dia tidak sungguh-sungguh tertarik atau peduli akan diri kita. Namun dia tertarik dengan manfaat apa yang bisa diambilnya dari kita, atau dengan kata lain dia hanya memanfaatkan kita saja untuk kepentingan dirinya sendiri bukan kepentingan bersama tanpa memperdulikan orang lain.

Sebagai manusia yang baik kita pasti selalu memberi perhatian dan kepedulian pada orang/teman/sahabat/rekan kerja kita tanpa mengharap balasan/tanpa pamrih, hanya berniat membantu orang dengan ikhlas dan tulus karena Allah (hanya mengharap balasan/pahala dari Allah semata tanpa berharap imbalan/balasan dan pujian dari orang lain). Atau istilah lain, tanpa memperdulikan konsep timbal balik, saling memberi dan menerima (take and give).

Namun, terkadang ada orang yang hanya memanfaatkan kebaikan dan ketulusan kita itu hanya untuk kepentingan dirinya sendiri, hanya memikirkan manfaat untuk dirinya sendiri. Begitu kita tidak lagi bisa dimanfaatkan olehnya, maka dia akan mencari orang lain yang bisa dimanfaatkan dan pergi jauh meninggalkan kita. Dia layaknya seperti vampire, begitu sudah tidak ada darahnya lagi untuk dihisap maka dia pun pergi jauh mencari mangsa lain.

11. Selalu Berprasangka Buruk

Dia selalu berprasangka buruk tentang semua hal yang kita lakukan kepada nya. Selalu merasa bahwa kita akan menyerangnya, menyakitinya, mengaturnya, mengekangnya, menjelekkannya dan meremehkannya, yang terkadang membuat diri kita jadi serba salah, niat kita ingin membantu dan menolong orang lain tapi malah kita sendiri yang disalahkan dan disangka yang bukan-bukan, bahkan terkadang kebaikan kita itu dianggap sampah tak berharga.. hhmmm... 

Jadi, jangan pernah berharap lebih pada teman/sahabat/rekan kerja semacam itu. Jika kita pernah mengalami berurusan dengan orang semacam itu, cukup jadikan pelajaran/i'tibar saja agar ke depannya lebih waspada dan hati-hati, dan supaya tidak terlalu mudah cepat percaya begitu saja kepada orang lain, sebagaimana kata pepatah 'Pengalaman Adalah Guru yang Paling Berharga'. 

Namun, bukan berarti kita harus curiga kepada semua orang, karena tidak semua orang/teman/sahabat/rekan kerja kita seperti itu, ada pula di antara mereka yang benar-benar tulus, peduli dan baik hati. Hal ini semata-mata lebih untuk mekanisme pertahanan diri dan sebagai tindakan preventif (sedia payung sebelum hujan).

Maka, bersyukurlah bagi yang memiliki Teman/Sahabat/Rekan Kerja/Keluarga yang soleh, berhati mulia, beriman dan bertaqwa, jagalah itu semua karena itu semua merupakan anugerah Allah yang tak terhingga. Karena orang-orang beriman itu pasti akan selalu menjaga dan tidak akan saling menjatuhkan dan memojokan, sebagaimana sabda Rasulullah SAW.:

"Perumpamaan orang muslim dalam cinta mencintai, kasih mengasihi dan sayang menyayangi adalah laksana satu tubuh. Jika salah satu tubuhnya sakit, maka seluruh tubuhnya akan merasakan sakit pula". (H.R. Muttafakun 'Alaih).

“Barangsiapa yang meringankan (menghilangkan) kesulitan seorang muslim kesulitan-kesulitan duniawi, maka Allah akan meringankan (menghilangkan) baginya kesulitan di akhirat kelak. Barangsiapa yang memberikan kemudahan bagi orang yang mengalami kesulitan di dunia, maka Allah akan memudahkan baginya kemudahan (urusan) di dunia dan akhirat. Dan barangsiapa yang menutupi (aib) seorang muslim sewaktu di dunia, maka Allah akan menutup (aibnya) di dunia dan akhirat. Sesungguhnya Allah akan senantiasa menolong hamba-Nya yang selalu menolong saudaranya.” (HR. Tirmidzi)

Tapi, selain menjaga diri, waspada dan hati-hati terhadap orang-orang seperti itu, alangkah baiknya apabila kitapun untuk bisa instrosfeksi diri, apakah diri kita juga sudah termasuk teman/sahabat/rekan kerja yang baik, bisa menjaga, bisa dipercaya dan bertanggungjawab???..

Wallahu'alam..

Baca Juga:
>> Jangan Bersedih Bila Kebaikan Kita Dibalas Dengan Keburukan
>> Merasa Putus Asa dan Ingin Menyerah dalam Menghadapi Kegagalan, Cobaan dan Ujian Hidup, Ingatlah 13 Hal Ini
>> 7 Cara Menguji Seseorang Supaya Kita Mengetahui Karakter Aslinya
>> Hati-hati Terhadap Doa Orang yang Tersakiti/Terzalimi/Teraniaya
>> Orang yang Tidak Tahu Berterima Kasih pada Sesama adalah Orang yang Tidak Bersyukur pada Allah Swt.

0 Response to "11 Tanda Teman/Sahabat/Rekan Kerja yang 'Menusuk dari Belakang'"

Post a Comment