Perilaku Membanggakan Diri dan Suka Pamer

Fitrah manusia adalah pamer harta dunia yang padahal sesungguhnya itu semua adalah titipan dari Allah SWT.

Tidak hanya memamerkan harta benda, terdapat juga orang-orang yang kerap membanggakan diri sendiri, anak, pasangan, keluarga, jabatan dan sejenisnya melalui apa yang telah dilakukan atau diraihnya, baik secara langsung maupun tidak langsung seperti di media sosial atau sejenisnya. 

Banyak manusia terlena dan tidak menyadari bahwa kecantikan/ketampanan, harta, anak, pasangan, jabatan dan kemewahan itu sifatnya semu dan fatamorgana yang tidak akan dibawa mati di alam kubur dan di alam akhirat kelak.

Semua itu adalah FANA; tidak kekal, tidak abadi. Semuanya akan lenyap dan sirna pada waktunya.

Firman Allah SWT. :

...Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal (QS. Ghafir:39).

“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani, kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (QS. Al-Hadid:20).

Dari ayat itu, manusia hendaknya tidak terlena dengan dunia yang fana dan selalu bersyukur kepada Allah yang telah melimpahkan karuniannya. Kelak semua yang Allah titipkan kepada kita akan dipertanggungjawabkan di akhirat.

Namun, karena demikian bukan berarti kita harus anti dunia, karena bagaimana pun juga dunia adalah sarana yang akan mengantarkan ke akhirat. Kita hidup didunia memerlukan harta benda untuk memenuhi hajatnya, manusia perlu makan, minum, pakaian, tempat tinggal, berkeluarga dan sebagainya, semua ini harus kita cari dan kita usahakan. 

Kehadiran kita di dunia ini jangan sampai menjadi beban orang lain. Maksudnya janganlah memberatkan dan menyulitkan orang lain. Dalam hubungan ini, kita tidak boleh bermalas-malasan, apalagi malas bekerja untuk mencari nafkah, sehingga mengharapkan belas kasihan orang lain untuk menutupi keperluan hidup sehari-hari.

Firman Allah SWT dalam Al-Quran Surah Al-Qashash ayat 77 yang artinya: 

“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu yaitu kebahagiaan negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari kenikmatan duniawi, dan berbuat baiklah kepada orang lain, sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan”.

Sabda Rasulullah SAW. :

“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada Mukmin yang lemah; dan pada keduanya ada kebaikan,” (HR. Muslim). 

Berdasarkan hadis tersebut bisa dijabarkan, bahwa menjadi muslim yang kuat adalah lebih baik: kuat jiwa dan raganya; kuat lahir dan batinnya; kuat rohani dan jasmaninya; kuat fisik dan psikisnya; kuat iman dan imunnya; kuat fikir dan dzikirnya; kuat ilmu dan amalnya; kuat hati dan hartanya.

Memamerkan sesuatu yang dimiliki dengan tujuan ingin dipuji atau mendapatkan penghargaan/sanjungan lebih dari orang lain adalah salah satu bentuk ria.

Sama seperti pamer, sikap membanggakan diri sendiri (ujub) juga dapat menjerumuskan seseorang pada perilaku ria.

Bahkan, dikhawatirkan sikap ria tersebut bisa membuat seseorang menjadi sombong (takabur), yaitu sikap yang menganggap dirinya yang paling tinggi dan sempurna.

Dalam Al-Quran Surat Luqman ayat 18, Allah SWT telah memperingatkan kepada orang-orang yang memiliki sikap ria atau sombong.

Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri”. (Q.S. Luqman: 18).

Membanggakan diri atau ujub dan memandang dirinya memiliki kelebihan dari orang lain, dapat memunculkan sifat sombong/takabur.

Oleh karena itu, Allah SWT menjadikan neraka sebagai rumah bagi orang-orang yang sombong.

Maka neraka Jahannam itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang menyombongkan diri”. (Az-Zumar/39: 72).

Dibawah ini, beberapa video tentang Perilaku Membanggakan Diri dan Suka Pamer. 

Mamah dan Aa Beraksi (Mamah Dedeh) - Jangan Suka Pamer Dunia:

Psikologi Orang yang Suka Pamer Kekayaan:

Surat Terbuka Pamer Kekayaan - Deddy Corbuzier Podcast:

Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "Perilaku Membanggakan Diri dan Suka Pamer"

  1. Informasi Yang Menarik
    Visit Yah dan Comment
    https://cryptotimes.co.id/

    BalasHapus